Yaman – Di jantung Yaman, tepatnya di wilayah Al-Qulais, terdapat sebuah bangunan sejarah yang dikenal dengan sebutan “Gereja Al-Qulais.” Bangunan ini telah menarik perhatian banyak sejarawan, arkeolog, dan wisatawan karena kemiripannya dengan Ka’bah di Mekah, Arab Saudi, yang merupakan salah satu tempat suci dalam agama Islam.
Gereja Al-Qulais, yang juga dikenal sebagai “Kubah Ka’bah,” memiliki sejarah yang kaya dan kontroversial. Bangunan ini dibangun oleh seorang gubernur bernama Abrahah al-Ashram pada abad ke-6 M, yang bermaksud untuk menggantikan Ka’bah sebagai pusat ibadah bagi masyarakat Yaman. Menurut sejarah, Abrahah berusaha menghancurkan Ka’bah di Mekah dalam upaya untuk memaksa orang-orang Arab untuk beribadah di Kubah Ka’bah yang ia bangun.
Namun, pasukan Abrahah dikalahkan oleh burung-burung Ababil yang dikirim oleh Allah SWT, dan Ka’bah di Mekah tetap tidak terluka. Peristiwa ini dikenal sebagai “Tahun Gajah” dan diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia.
Sejak saat itu, Gereja Al-Qulais di Yaman tetap berdiri sebagai saksi sejarah dari upaya Abrahah untuk menantang Ka’bah di Mekah. Bangunan ini menjadi situs bersejarah yang menarik bagi para pengunjung, yang ingin melihat kemiripan struktur ini dengan Ka’bah yang terkenal.
Selain sebagai situs bersejarah, Gereja Al-Qulais juga menjadi bukti tentang hubungan yang kompleks antara Islam dan budaya-budaya lain yang ada di wilayah tersebut. Meskipun Abrahah mencoba untuk mengubah tempat ibadah utama, upayanya berakhir dalam kegagalan, dan Ka’bah di Mekah tetap menjadi pusat penting dalam agama Islam.
Ketika Anda mengunjungi Gereja Al-Qulais, Anda akan menemukan dinding-dinding batu dengan ukiran dan ornamen yang mencerminkan sejarah Yaman yang kaya. Sejarah panjang dan peristiwa penting dalam perjalanan Islam telah memberikan tempat ini dengan makna yang mendalam bagi masyarakat setempat dan umat Islam di seluruh dunia.
Gereja Al-Qulais, atau Kubah Ka’bah di Yaman, terus menjadi tempat yang menggugah rasa ingin tahu dan kekaguman, mengingatkan kita akan pentingnya penghormatan terhadap keberagaman budaya dan agama dalam sejarah manusia yang panjang.
Peristiwa Tahun Gajah
Peristiwa Tahun Gajah adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada tahun 570 M, bertepatan dengan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an dalam surah Al-Fil.
Peristiwa Tahun Gajah dimulai ketika Abrahah, gubernur Yaman dari Kerajaan Aksum, Ethiopia, membangun sebuah gereja di Yaman yang disebut Kubah Ka’bah. Abrahah ingin menjadikan Kubah Ka’bah sebagai pusat ibadah bagi masyarakat Yaman dan mengalihkan perhatian mereka dari Ka’bah di Mekah.

Abrahah kemudian memimpin pasukan besar yang terdiri dari gajah dan tentara untuk menghancurkan Ka’bah. Pasukan Abrahah tiba di Mekah pada bulan Muharram tahun 570 M. Namun, Allah SWT melindungi Ka’bah dari serangan Abrahah. Ketika pasukan Abrahah mendekati Ka’bah, burung-burung Ababil yang dikirim oleh Allah SWT menjatuhkan batu-batu kecil yang memusnahkan pasukan Abrahah.
Peristiwa Tahun Gajah adalah bukti kekuasaan Allah SWT dan perlindungan-Nya terhadap Ka’bah. Peristiwa ini juga menjadi tanda dimulainya era baru dalam sejarah Islam, yaitu era kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Berikut adalah hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Tahun Gajah:
- Allah SWT memiliki kekuasaan yang tidak terbatas dan Dia akan melindungi tempat-tempat suci-Nya.
- Kita harus selalu berserah diri kepada Allah SWT dan memohon perlindungan-Nya.
- Kita harus menghormati keberagaman agama dan budaya.
Semoga bermanfaat.