SAHABAT – Imam Fakhruddin Ar-Razi, seorang ulama yang mencapai puncak keilmuannya pada abad pertengahan Islam, dikenal luas sebagai tokoh multidimensi & tafsir Mafatihul Ghaib. Karya-karya monumentalnya, terutama dalam bidang tafsir, telah menempatkannya sebagai salah satu penafsir Al-Qur’an yang paling berpengaruh dalam sejarah Islam.
Salah satu karya paling terkenalnya yang masih dibaca luas hingga saat ini adalah “Tafsir Mafatihul Ghaib,” yang sering disebut juga sebagai Tafsir Ar-Razi. Mari kita telaah lebih dalam mengenai kehidupan, kontribusi, dan warisan intelektual Imam Fakhruddin Ar-Razi.
Jejak Kehidupan dan Pendidikan Awal
Imam Fakhruddin Ar-Razi lahir pada tahun 544 Masehi di Ray, Iran, dari keluarga yang religius. Ayahnya sendiri adalah seorang ulama terkenal pada masanya, yang telah memberikan landasan kuat dalam pendidikan awalnya.
Ar-Razi belajar ilmu agama dan fiqih dari ayahnya sejak usia dini, menunjukkan kecerdasan dan ketangkasannya dalam menyerap ilmu.
Pendidikan dan Pengembaraan Ilmiah
Dalam perjalanannya menuntut ilmu, Ar-Razi tidak hanya belajar dari ayahnya, tetapi juga dari ulama-ulama ternama pada masanya, termasuk Imam Al-Jaili dan Imam Al-Kamal As-Samnani.
Pengembaraannya untuk menuntut ilmu membawanya ke berbagai kota, termasuk Khwaresmia dan Khorasan, tempat ia terus memperluas wawasannya dalam berbagai bidang ilmu.
Kontribusi Intelektual
Karya-karya Ar-Razi tokoh multidimensi & tafsir Mafatihul Ghaib tidak terbatas pada satu bidang ilmu saja. Ia menulis dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk tafsir, fiqih, ushul, filsafat, dan kedokteran.
Namun, karyanya yang paling terkenal adalah dalam bidang tafsir Al-Qur’an. “Tafsir Mafatihul Ghaib” atau “Tafsir Ar-Razi” menjadi salah satu tafsir terbesar dan terpenting dalam sejarah Islam.
Karya monumental ini tidak hanya menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara literal, tetapi juga menggali makna-makna mendalam serta membahas berbagai aspek ilmu pengetahuan lainnya.
Gelar dan Penghargaan
Prestasi dan kontribusi Ar-Razi dalam dunia ilmu membuatnya dihormati oleh sesama ulama dan cendekiawan pada masanya.
Dia diberi gelar-gelar yang menggambarkan keunggulan dan kehormatannya, seperti “Fakhruddin” (kebanggaan agama), “Abul Ma’ali” (bapak kemuliaan), dan “Khatibur Ray” (penceramah terkemuka di Ray).
Wafat yang Tragis
Kisah wafat Imam Fakhruddin Ar-Razi menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Menurut beberapa riwayat, beliau meninggal pada tahun 606 Hijriah di Herat, Afghanistan.
Wafatnya disebabkan oleh perselisihan pendapat dengan kelompok Al-Karamiyah terkait masalah aqidah. Perdebatan tersebut akhirnya berujung pada pengkafiran Ar-Razi oleh kelompok tersebut, dan disebutkan bahwa beliau diracuni hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Warisan dan Pengaruh
Meskipun telah berpulang ke rahmatullah, warisan intelektual Imam Fakhruddin Ar-Razi terus hidup dan mempengaruhi generasi setelahnya.
Khususnya, karyanya dalam bidang tafsir telah menjadi rujukan penting bagi para cendekiawan Islam. “Tafsir Mafatihul Ghaib” tetap menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan bagi para penuntut ilmu Al-Qur’an hingga saat ini, menyampaikan pesan-pesan kearifan dan pemahaman mendalam atas teks suci.
Imam Fakhruddin Ar-Razi adalah sosok yang tidak hanya dikenal karena keilmuannya yang luas, tetapi juga karena kontribusinya yang monumental dalam berbagai bidang ilmu.
Sebagai seorang ulama multidimensi, karya-karyanya, terutama dalam bidang tafsir, terus memperkaya dan menginspirasi pemikiran umat Islam.
Warisan intelektualnya tetap relevan dan berharga, menjadikan Ar-Razi sebagai salah satu tokoh multidimensi & tafsir Mafatihul Ghaib dalam sejarah pemikiran Islam.
Melalui perjalanan kehidupannya yang penuh dedikasi dan keteguhan dalam mengejar ilmu, Imam Fakhruddin Ar-Razi telah meninggalkan jejak yang abadi dalam sejarah keilmuan Islam, membuktikan bahwa kecintaan pada ilmu adalah salah satu jalan menuju kebenaran yang hakiki.***