Deli Serdang– Warta Indonesia | Santriwati bisa saja tertekan dengan kehidupan di asrama, karena tak mampu menyelesaikan masalah dengan tudingan asusila, akhirnya dua santri pesantre n Darul Arafah di Desa Lao Bakeri, Sampe Cita, Kec. Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, kabur dari pesantren dengan cara memanjat tembok pagar setinggi dua meter lebih.
Peristiwa kaburnya dua santriwati pesantren itu terjadi pada tanggal 27 Mei 2022 dan akhirnya dapat ditemukan dalam keadaan selamat pada tanggal 11 Juni 2022 di wilayah kecamatan Medan Helvetia.
Penemuan dua santri berawal dari pesan (chat) melalui medsos salah seorang santri terhadap bibinya yang menjelaskan bahwa keberadaan mereka di seputaran Medan Helvetia dan akhirnya dijemput oleh orang tua santriwati. Menurut penuturan santri tersbut mereka sempat kebingungan di tengah malam berjalan kaki dan menumpang angkot tanpa tujuan hingga sampai dilokasi penemuan.
Ada kisah menarik dibalik kaburnya dua santri tersebut, menurut penututran masing-masing santri dimana mereka dituding saling menyukai sejenis alias lesbi. dan tenyata tudingan itu telah berlangsung lama sehingga membuat dua santri ini merasa tertekan dan diperlakukan dengan tidak adil. sedangkan perbuatan dimaksud tidak pernah mereka lakukan.
Saat dilakukan investigasi dan dikonfirmasi peristiwa ini ke Pesanteren, pihak pesantren membenarkan peristiwa kaburnya dua santri tersebut. Untuk menelusuri lebih jauh tentang peristiwa ini, tim investigasi Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPD PWRI) Sumatera Utara masih melakukan investigasi lanjutan. (Red-ji)