DP. MUI Sumut, Laksanakan Silaturahim Islam Wasathiyah Rahmatan Lil Alamin Bersama Ormas Islam

DP. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. Sumut, Laksanakan Silaturahim Islam Wasathiyah Rahmatan Lil Alamin Bersama Ormas Islam

Narasumber Pertama, adalah Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof. Dr.H.Syahrin Harahap, MA. materi yang disampaikan :

Islam Wasathiyah untuk mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin dalam membangun Ukhuwah Wathaniyah di Sumaterarl Utara.
Syahrin menyampaikan Sifat Dasariah Islam diantaranya adalah:

Read More

Sebagai agama tauhid yang meyakini keesaan dan kemahakuasaan Allah, maka secara rububhiyah harus diyakini bahwa Allah-lah Tuhan seluruh makhluk.
Tidak ada satu makhluk yang diciptakan tuhan lain ini adalah prinsip kesatuan Tuhan sebagai agama tauhid, hindarkan kecipratan kesyirikan, ujar, Prof. Syahrin Harahap.

Islam relevan untuk seluruh zaman dan tempat, tidak ada zaman dan tempat yang tidak terjangkau oleh Islam, baik agama formal maupun substansial Islam, tunduk dan patuh kepada Tuhan, umat Islam jangan tergelincir pada kejahiliahan.

Dilanjutkan Syahrin, Islam agama universal diturunkan intuk keselamatan umat manusia dan alam semesta, untuk itu umat Islam harus mendatangkan kebaikan bagi semua, umat Islam tidak boleh mengambil jarak dari umat manusia.
Harus menjadi menara kebenaran, menjadi pandu di kegelapan,” tutup Prof. Syahrin Harahap.

Narasumber kedua, adalah Prof.Dr.H. Moh. Hatta, sosok mumpuni empat periode menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, menyampaikan materi:
Pengembangan Literasi Keberagamaan dalam rangka perwujudan Ukhuwah Islamiyah di Sumatera Utara.

Prof. Hatta menyampaikan literasi keberagamaan adalah kemampuan masyarakat dalam memahami titik temu fundamental antara agama (Islam) dengan dimensi sosial, budaya dan politik.
Masyarakat yang literat dalam keberagamaan ditandai oleh dua hal:

Pertama, adanya pemahaman masyarakat atas dasar sejarah, teks sentral, keyakinan, dan manifestasi praktis agama yang dianut, dan adanya kemampuan memahaminya dalam dimensi sosial, budaya, dan politik agama.

Kedua, Masyarakat Sumatera Utara adalah masyarakat pluralist, masyarakat majemuk, mayoritas beragama Islam, fanatis yang diikat oleh norma yang terpengaruh dari adat istiadat dan ideologi yang kental.

Hal ini merupakan kekuatan dan juga titik kelemahan yang memerlukan sentuhan literasi keberagamaan.

Membangun Ukhuwah Islamiyah adalah sikap yang harus dimiliki setiap umat Islam ujar,” Prof. Moh Hatta.

Acara silaturrahim ini di pandu Dr. Irwansyah, MA, dikalangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut khususnya di Komisi Ukhuwah Islamiyah kiprah dan dedikasinya tidak diragukan lagi.

| Editor: Alamsyah Hsb

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *